Syarat& ketentuan kegiatan ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Periode Kegiatan #TheAntibacMission berlangsung pada tanggal 13 Maret - 10 April 2022. Hasil karya yang diposting dan mengikuti kegiatan #TheAntibacMission akan sepenuhnya menjadi hak milik Laurier. MEKANISME : Follow akun Instagram Laurier @laurierid
Padausia 12-16 tahun, laki-laki mengalami masa . 7. Cici belum mengalami menstruasi.Ini menandakan Cici berada pada masa . 8. Uni telah mengalami menstruasi.Ini menandakan bahwa Uni telah memasuki masa . 9. Tokoh Jepang yang menjamin keamanan perumusan naskah proklamasi adalah . 10. Jenis reklame yang digunakan untuk mengingatkan
cash. Menstruasi terlambat biasanya menjadi tanda awal kehamilan. Padahal, kondisi ini tidak hanya dialami oleh orang yang sedang hamil. Telat haid juga bisa menjadi gejala dari gangguan kesehatan yang perlu mendapatkan penanganan dokter. Siklus menstruasi tiap wanita umumnya berbeda-beda. Namun, siklus yang normal adalah 21–35 hari, terhitung dari hari menstruasi terakhir. Nah, Anda bisa dikatakan mengalami menstruasi terlambat bila tidak haid selama 35 hari atau lebih. Meski umum terjadi, Anda dianjurkan untuk tetap waspada, sebab ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan menstruasi terlambat. Faktor Penyebab Menstruasi Terlambat Menstruasi terlambat tidak selalu menjadi pertanda kehamilan. Ada faktor lain yang juga bisa menyebabkan kondisi ini, yaitu 1. Stres Saat stres, produksi hormon gonadotropin dan kinerja hipotalamus, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab mengatur siklus menstruasi, akan terganggu. Hal inilah yang membuat siklus menstruasi terlambat. Jika periode menstruasi terganggu akibat stres, Anda dapat mengatasinya dengan mencoba teknik relaksasi, melakukan sesuatu yang disukai, atau mendengarkan musik. 2. Obesitas Penambahan berat badan bisa memicu perubahan hormon pada wanita. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas, memiliki risiko tinggi mengalami menstruasi terlambat. Diet dan olahraga akan disarankan oleh dokter jika obesitas menjadi faktor penyebab menstruasi terlambat yang Anda alami. 3. Berat badan turun Menstruasi terlambat kemungkinan dialami oleh wanita dengan gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia. Jika berat badan terlalu rendah dari berat badan ideal, fungsi tubuh akan terganggu dan ovulasi pun akan terhenti. Mengobati gangguan makan dan menaikkan berat badan secara sehat dapat mengembalikan siklus haid yang normal. 4. Kebiasaan merokok Kebiasaan merokok dapat menyebabkan gangguan pada menstruasi dan salah satunya adalah menstruasi terlambat. Hal ini terjadi karena zat-zat yang ada di dalam rokok, termasuk nikotin, dapat memengaruhi hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam siklus menstruasi. 5. Hormon prolaktin berlebih Menstruasi terlambat dapat disebabkan oleh produksi hormon prolaktin yang tidak normal. Hormon yang dihasilkan di kelenjar pituitari ini akan meningkat pada masa menyusui, tetapi juga bisa terjadi akibat kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal, hipotiroid, dan tumor kelenjar pituitari di otak. Peningkatan hormon prolaktin ini dapat memengaruhi kinerja hormon lain, yaitu estrogen dan progesteron yang berperan dalam proses menstruasi sehingga dapat memicu telat haid. 6. Efek pil KB Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang dapat mencegah pelepasan sel telur. Agar siklus menstruasi Anda kembali normal, diperlukan waktu hingga enam bulan setelah berhenti mengonsumsi pil KB. Jenis alat kontrasepsi lain yang juga dapat menyebabkan menstruasi terlambat adalah KB implan dan suntik KB. 7. PCOS polycystic ovary syndrome PCOS adalah suatu kondisi yang menyebabkan tubuh Anda memproduksi lebih banyak hormon androgen. Kondisi ini bisa membuat menstruasi tidak teratur atau bahkan menghentikannya. Penyebab PCOS belum diketahui secara pasti, tetapi diduga berkaitan dengan kondisi lain, seperti resistensi insulin dan sindrom metabolik. Selain mentruasi terlambat, gejala PCOS lainnya adalah kulit berminyak atau berjerawat, berat badan meningkat secara tiba-tiba, dan muncul bercak-bercak gelap pada kulit. 8. Penyakit kronis Penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit celiac, dapat memengaruhi siklus menstruasi. Gula darah yang tidak stabil berkaitan erat dengan perubahan hormon. Oleh karena itu, diabetes yang tidak terkontrol membuat menstruasi menjadi tidak teratur. Sementara itu, penyakit celiac menyebabkan peradangan yang dapat menimbulkan kerusakan pada usus kecil. Kondisi ini bisa menghalangi tubuh menyerap nutrisi penting hingga menyebabkan menstruasi terlambat. 9. Gangguan tiroid Kelenjar tiroid berfungsi mengatur metabolisme tubuh. Jika hormon ini tidak bekerja dengan baik, menstruasi pun bisa terganggu. Kelenjar tiroid bermasalah dapat dikenali dengan gejala berupa lelah, penurunan berat badan secara drastis, rambut rontok, dan sensitif terhadap suhu panas atau dingin. Namun, Anda tidak perlu khawatirdan karena gangguan pada tiroid dapat ditangani dengan obat-obatan dan operasi. Menstruasi pun akan kembali normal setelah gangguan tiroid ditangani oleh dokter. 10. Menopause dini Menopause dini terjadi ketika ovarium berhenti bekerja sebelum seorang wanita berusia 40 tahun. Menopause dini menyebabkan pelepasan sel telur berhenti, yang juga ditandai dengan gejala menstruasi terlambat, berkeringat saat malam, dan sulit tidur. Namun, jika Anda berusia lebih dari 40 tahun dan menunjukkan gejala menstruasi terlambat, menstruasi lebih lama, atau terjadi perdarahan setelah berhubungan seks, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Hal ini bisa menjadi gejala penyakit polip serviks, polip endometrium, atau kanker endometrium. Jika mengalami menstruasi terlambat lebih dari tiga periode secara berturut-turut dan tes kehamilan menunjukkan hasil negatif, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memastikan penyebab menstruasi terlambat yang Anda alami dan menentukan penanganan sesuai kondisi kesehatan Anda.
Setiap perempuan yang sudah puber umumnya akan menstruasi. Meski demikian, tidak semua perempuan mendapat haid setiap bulan. Beberapa selalu datang tepat waktu, yang lainnya tidak bisa diprediksi. Ini karena siklus menstruasi setiap perempuan bisa berbeda-beda. Lantas, seperti apa siklus menstruasi normal? Bagaimana menstruasi bisa terjadi? Menstruasi ditandai dengan meluruhnya lapisan dinding rahim sehingga terjadilah perdarahan yang keluar dari vagina. Namun sampai hal ini terjadi, ada proses yang harus Anda lewati terlebih dulu. Pada awalnya, indung telur ovarium akan melepaskan sel telur untuk kemudian menempel di dinding rahim — menunggu untuk dibuahi oleh sperma. Sembari menunggu kedatangan sperma, jaringan dinding rahim akan terus menebal guna mempersiapkan diri menghadapi kehamilan. Bila ada sel sperma yang masuk, sel telur bisa dibuahi untuk kemudian berkembang menjadi bakal janin. Sebaliknya bila sel telur tidak kunjung dibuahi, lambat laun jaringan dinding rahim tersebut akan mulai rontok dan luruh, yang dikeluarkan lewat vagina. Proses ini akan kembali terulang lagi dari awal setelah menstruasi Anda selesai. Proses terjadinya menstruasi dari awal sampai akhir ini disebut dengan siklus menstruasi. Tidak semua wanita memiliki siklus haid yang sama ada yang normal dan teratur, ada juga yang kebalikannya. Agar Anda memahami seperti apa siklus menstruasi yang normal, simak ulasannya berikut ini. Siklus menstruasi normal itu seperti apa? Pada umumnya, siklus menstruasi normal rata-rata terjadi setiap 28 hari. Ada pula yang memiliki siklus haid sekitar 25 sampai 35 hari. Ini masih terhitung normal. Anda dianggap memiliki haid yang teratur jika menstruasi datang setiap 23 hari atau setiap 35 hari, atau di mana saja di antara rentang waktu ini. Menstruasi yang normal berlangsung antara tiga sampai tujuh hari. Waktu ovulasi saat indung telur melepaskan sel telurnya pada siklus haid yang normal akan selalu datang di hari ke-14, tepat di pertengahan siklus. Masa ovulasi juga sering disebut sebagai masa subur, ketika sel telur siap untuk dibuahi oleh sperma. Jika tidak, hari pertama menstruasi akan tiba dalam empat belas hari kemudian.
Lendir serviks adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar yang berada di dalam dan di sekitar serviks atau leher rahim. Ciri-ciri lendir serviks bisa berubah seiring perubahan jumlah hormon sepanjang siklus menstruasi wanita, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu penanda masa subur wanita. Lendir serviks secara alami dihasilkan oleh jaringan serviks untuk melindungi vagina dari infeksi bakteri dan membantu sperma bergerak menuju rahim. Selain itu, dengan mengamati lendir serviks, seorang wanita juga dapat memprediksi masa subur atau ovulasi untuk membantu merencanakan maupun mencegah kehamilan. Ciri-Ciri Lendir Serviks Sesuai Siklus Haid Jumlah, warna, dan tekstur lendir serviks pada setiap siklus haid bisa berbeda-beda pada setiap wanita. Akan tetapi, seiring berjalannya siklus menstruasi, lendir serviks akan mengalami perubahan sebagai berikut Masa setelah menstruasi Setelah menstruasi, produksi lendir serviks akan berkurang sehingga vagina terasa sedikit kering. Namun, jumlah lendir serviks akan mulai meningkat kembali dalam jangka waktu beberapa hari. Pada periode ini, warna lendir serviks bisa tampak kuning atau putih keruh dan teksturnya lengket menyerupai lem ketika disentuh. Tekstur lendir tersebut menyulitkan sperma untuk bergerak menuju sel telur. Hal ini menandakan bahwa tubuh wanita belum berada pada masa subur. Masa sebelum ovulasi Menjelang masa ovulasi, lendir serviks akan menjadi lebih lembut dan encer. Pada masa ini, vagina juga akan terasa lebih lembap. Warna lendir serviks akan tampak putih atau sedikit kekuningan dengan tekstur yang menyerupai krim. Lendir serviks dengan konsistensi tersebut menandakan tubuh belum berada pada masa subur karena tekstur lendir yang masih membatasi pergerakan sperma. Masa ovulasi Pada masa ovulasi, hormon estrogen meningkat dan produksi lendir serviks akan mencapai tingkat tertinggi. Lendir serviks pada masa ovulasi tampak putih bening menyerupai putih telur. Jika disentuh dengan dua jari, tekstur lendir bisa melebar hingga 2–5 cm. Kondisi lendir serviks yang seperti ini sangat baik untuk mengantarkan sperma berenang menuju sel telur. Pada masa ini, wanita biasanya merasa mengeluarkan banyak cairan, bahkan hingga mengalir melalui vagina dan membasahi permukaan celana dalam. Lendir serviks yang demikian menandakan bahwa wanita sedang berada pada masa subur. Masa setelah ovulasi Setelah ovulasi, hormon progesteron akan meningkat. Hal ini akan membuat jumlah lendir serviks mulai menurun dengan tekstur yang lengket dan kental. Tekstur lendir serviks seperti ini dapat menghambat sperma untuk masuk ke rahim. Cara Mengecek Lendir Serviks Anda bisa memeriksa dan mengamati lendir serviks secara mandiri melalui langkah-langkah berikut ini Mulailah dengan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, lalu keringkan tangan menggunakan handuk atau tisu. Temukan posisi yang nyaman, baik dalam posisi duduk, jongkok, atau berdiri dengan meletakkan satu kaki di atas kloset. Masukkan jari telunjuk ke dalam vagina hingga jari terasa basah, namun tidak perlu memasukkannya terlalu dalam. Keluarkan jari dari dalam vagina dan amati tekstur lendir vagina yang menempel di jari. Anda bisa mencoba meregangkan lendir dengan menempelkan jari telunjuk dan jari tengah. Selain dengan memasukkan jari ke dalam vagina, lendir serviks juga bisa diamati dengan cara mengusapkan tisu ke vagina, lalu perhatikan lendir yang menempel. Cara lainnya adalah dengan mengamati lendir vagina yang menempel di celana dalam. Hindari mengecek lendir serviks setelah berhubungan seksual karena akan sulit dibedakan dengan lendir serviks yang sudah tercampur dengan sperma. Selain itu, mengamati lendir serviks juga sebaiknya tidak dilakukan saat sedang terangsang secara seksual karena lendir yang keluar bukanlah bagian dari siklus haid, melainkan cairan pelumas alami vagina. Mengamati ciri-ciri lendir serviks sesuai siklus haid dapat membantu Anda merencanakan kehamilan atau justru mencegahnya. Jika lendir serviks tampak bening seperti putih telur, inilah waktu yang tepat untuk berhubungan seks karena sperma dapat bergerak lebih baik menuju rahim. Sebaliknya, jika Anda dan pasangan tidak sedang berencana hamil, Anda sebaiknya tidak berhubungan seks tanpa kondom selama masa subur. Selain untuk menentukan masa subur, perubahan pada lendir serviks di luar ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya juga bisa menjadi pertanda dari suatu kondisi kesehatan tertentu, misalnya ketidakseimbangan hormon atau masalah kesuburan. Bila Anda memiliki kesulitan dalam menentukan masa subur atau ragu dengan cara menentukan ciri-ciri lendir serviks, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan saran lebih lanjut.
cici belum mengalami menstruasi ini menandakan cici berada pada masa